Social Icons

Featured Posts

Jumat, 28 Maret 2014



. Narasi Laporan Bulanan UPK

2.1      Revitalisasi Organisasi UPK PNPM Mandiri Perdesaan                   ( Studi Kasus : UPK PPK di Kecamatan Gamping )
Dana Sosial dari Surplus  tahun 2010 sebesar Rp 25.378.000, yang rencananya akan diluncurkan bulan Juli 2011 ditambah dana sosial dari tahun 2009 sebesar Rp 18.233.000. Sehinga total Dana Sosial yang disalurkan bagi Fakir Miskin di Kecamatan Gamping sejumlah Rp 43.611.000,-
Itu antar lain keputusan MAD UPK PNPM  MP Kecamatan Gamping pada tutup buku dan pertanggungjawaban tanggal 31 Januari 2011.
Bulan Agustus 2013, UPK senantiasa mengunjungi kelompok penunggak SPP ke UPK. Hampir setiap waktu pengelola UPK PNPM MPd Kecamatan Gamping membagi tugas untuk mengunjungi kelompok pemanfaat SPP yang berpotensi bermasalah.
Dalam bulan Januari 2013, UPK PNPM MPd telah menggulirkan pinjaman kepada :
1.      Kelompok   Pemanfaat SPP                


3.2   Realisasi dan Rencana Kegiatan

Memetakan kembali potensi munculnya kemacetan kelompok peminjam dalam angsurannya setiap bulannya. Kondisi ini berbeda dari satu kelompok dengan kelompok lainnya, individu satu dengan individu lainnya.
Percepatan jedah waktu pinjaman bagi kelompok peminjam , diharapkan bisa dipercepat bagi kelompok yang berkatagori baik secara administrasi maupun mengangsurnya. Dinamisasi peningkatan jumlah kelompok peminjam ke UPK secara perlahan tapi pasti adalah kelompok yang memiliki kondikte yang baik dan cenderung sudah memiliki kegiatan rutin setiap bulannya secara kontinyu.
Diperlukan input sumber dana baru, bagi peningkatan peran dan daya saing UPK PNPM MP di Kecamatan Gamping dalam kerangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin yang produktif.


4.3    Permasalahan dan Rekomendasi

b.      Masalah
Masalah yang dihadapi UPK PPK Kecamatan Gamping, adalah meminimalisasi tunggakan yang ada. Tunggakan yang tergolong besar adalah Ibu Tuti Antoro ( Modinan ) dan Ibu Nanik (Tegalyoso), Ibu Maryati ( Tegalyoso ), Mandiri ( Pasekan L or ), Sekar  ( Pasekan Lor ).
Sedangkan Ibu Suprihatin ( Kaingan ) sudah lunas.

Sehingga, khusus di Banyuraden penanganan kredit macet secara lebih serius pada tahun 2011 lebih diintensifkan. Utamanya peran serta masyarakat secra luas, khususnya dari UPK, BKAD, maupun tim pelestari.

b.      Rekomendasi
UPK PPK Kecamatan Gamping mencatat beberapa rekomendasi yang bisan dilakukan bersama :
-          Personil UPK PPK Kecamatan Gamping melaksanakan pembinaan secara rutin setiap bulannya, dengan target orientasi penagihan terhadap kelompok yang macet.
-          BKAD dalam setiap kesempatan di desa berkenan memberikan informasi kepada masyarakat, terkait pemberdayaan perempuan melalui usaha.
-          Pembinaan kelompok diarahkan agar kelompok meningkat eksistensinya dari katagori mula, sedang, maju dan mandiri.
-          Peran serta Tim pelestari SPP dalam penanganan kredit macet, meningkat.
-          Partisipasi Tim verifikasi dalam identifikasi kelompok  pemohon pinjaman SPP lebih ketat lagi.
-          Perlunya penambahan modal ( money cash ) bagi UPK PNPM MP di Kecamatan Gamping, yang telah out phase program agara mampu bersaing dengan lembaga keuangan yang merebak di desa-desa. ( baca : rentenir maupuan lembaga remsi )

5.4     Kesimpulan
Penguatan kelembagaan kelompok, dalam makna kegigihan dan fanatismenya dalam memanfaatan keberadaan UPK serta ketertiban dalam  angsuran perlu difungsikan kembali.
Sebagai lembaga keuangan non bank yang berlokasi                     di Kecamatan, UPK PNPM MP Kecamatan Gamping diberikan mandat dalam membantu pengadministrasian BLM yang diterimakan kepada masyarakat.
Sehingga potensi administrasi yang melekat baik dan tertib           di setiap UPK PPK  mampu bersinergi dengan kelompok usaha lain. 
Disamping itu, penambahan modal dari Pemerintah kepada kami memberikan peluang bagi pengembangan dan peningkatan pendapatan yang signifikan.