. Narasi Laporan Bulanan UPK
2.1 Revitalisasi Organisasi UPK PNPM Mandiri
Perdesaan ( Studi Kasus : UPK PPK di Kecamatan Gamping
)
Dana Sosial dari Surplus tahun 2010
sebesar Rp 25.378.000, yang rencananya akan diluncurkan bulan Juli 2011
ditambah dana sosial dari tahun 2009 sebesar Rp 18.233.000. Sehinga total Dana
Sosial yang disalurkan bagi Fakir Miskin di Kecamatan Gamping sejumlah Rp
43.611.000,-
Itu antar lain keputusan MAD UPK PNPM
MP Kecamatan Gamping pada tutup buku dan pertanggungjawaban tanggal 31
Januari 2011.
Bulan Agustus 2013, UPK senantiasa mengunjungi kelompok penunggak SPP ke
UPK. Hampir setiap waktu pengelola UPK PNPM MPd Kecamatan Gamping membagi tugas
untuk mengunjungi kelompok pemanfaat SPP yang berpotensi bermasalah.
Dalam bulan Januari 2013, UPK PNPM MPd telah menggulirkan pinjaman kepada :
1. Kelompok Pemanfaat SPP
3.2 Realisasi dan
Rencana Kegiatan
Memetakan kembali potensi munculnya kemacetan kelompok peminjam dalam
angsurannya setiap bulannya. Kondisi ini berbeda dari satu kelompok dengan
kelompok lainnya, individu satu dengan individu lainnya.
Percepatan jedah waktu pinjaman bagi kelompok peminjam , diharapkan bisa
dipercepat bagi kelompok yang berkatagori baik secara administrasi maupun
mengangsurnya. Dinamisasi peningkatan jumlah kelompok peminjam ke UPK secara
perlahan tapi pasti adalah kelompok yang memiliki kondikte yang baik dan cenderung
sudah memiliki kegiatan rutin setiap bulannya secara kontinyu.
Diperlukan input sumber dana baru, bagi peningkatan peran dan daya saing
UPK PNPM MP di Kecamatan Gamping dalam kerangkan pemberdayaan ekonomi
masyarakat miskin yang produktif.
4.3 Permasalahan
dan Rekomendasi
b. Masalah
Masalah yang
dihadapi UPK PPK Kecamatan Gamping, adalah meminimalisasi tunggakan yang ada.
Tunggakan yang tergolong besar adalah Ibu Tuti Antoro ( Modinan ) dan Ibu Nanik
(Tegalyoso), Ibu Maryati ( Tegalyoso ), Mandiri ( Pasekan L or ), Sekar ( Pasekan Lor ).
Sedangkan Ibu
Suprihatin ( Kaingan ) sudah lunas.
Sehingga, khusus di Banyuraden
penanganan kredit macet secara lebih serius pada tahun 2011 lebih
diintensifkan. Utamanya peran serta masyarakat secra luas, khususnya dari UPK,
BKAD, maupun tim pelestari.
b. Rekomendasi
UPK PPK Kecamatan
Gamping mencatat beberapa rekomendasi yang bisan dilakukan bersama :
-
Personil UPK PPK Kecamatan Gamping melaksanakan pembinaan
secara rutin setiap bulannya, dengan target orientasi penagihan terhadap
kelompok yang macet.
-
BKAD dalam setiap kesempatan di desa berkenan memberikan
informasi kepada masyarakat, terkait pemberdayaan perempuan melalui usaha.
-
Pembinaan kelompok diarahkan agar kelompok meningkat
eksistensinya dari katagori mula, sedang, maju dan mandiri.
-
Peran serta Tim pelestari SPP dalam penanganan kredit
macet, meningkat.
-
Partisipasi Tim verifikasi dalam identifikasi
kelompok pemohon pinjaman SPP lebih
ketat lagi.
-
Perlunya penambahan modal ( money cash ) bagi UPK PNPM MP
di Kecamatan Gamping, yang telah out
phase program agara mampu bersaing dengan lembaga keuangan yang merebak di
desa-desa. ( baca : rentenir maupuan lembaga remsi )
5.4 Kesimpulan
Penguatan
kelembagaan kelompok, dalam makna kegigihan dan fanatismenya dalam memanfaatan
keberadaan UPK serta ketertiban dalam
angsuran perlu difungsikan kembali.
Sebagai lembaga
keuangan non bank yang berlokasi di Kecamatan, UPK PNPM MP
Kecamatan Gamping diberikan mandat dalam membantu pengadministrasian BLM yang
diterimakan kepada masyarakat.
Sehingga potensi
administrasi yang melekat baik dan tertib di setiap UPK PPK mampu bersinergi dengan kelompok usaha
lain.
Disamping itu,
penambahan modal dari Pemerintah kepada kami memberikan peluang bagi
pengembangan dan peningkatan pendapatan yang signifikan.